TARGETSULTRA.COM – Aktivis yang tergabung dalam Lembaga Garda Muda Anoa Sulawesi Tenggara (GMA SULTRA)
menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kolaka Timur. Mereka menyoroti Pembangunan lapangan Desa Lalingato, Senin ( 14/7/2025).
Dalam orasinya, Koordinator lapangan Jusmanto menyampaikan bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memiliki tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang kepemudaan dan keolahragaan. Tugas ini mencakup pembinaan dan pengembangan potensi pemuda serta pengaturan dan pengembangan kegiatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga.
”Pekerjaan Lapangan Sepak Bola Lalingato ini diketahui dikerjakan Pada tanggal 25 Juli 2024 dan berakhir tanggal 21 November 2024 dengan pagu anggaran Rp. 921.500.000 (Sembilan Ratus Dua puluh Satu Juta Lima Ratus Rupiah), yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU),” ujarnya.
Tetapi pekerjaan tersebut kami duga tidak di selesaikan dengan baik oleh pihak Dispora dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksa Teknis Kegiatan (PPTK) dan CV. Aisya Dwi Putri selaku pelaksana pekerjaan.
Hal yang serupa disampaikan oleh Aktivis muda Asdal sapaan akrabnya, dalam orasinya juga menegaskan bahwa dari hasil investigasi Lembaga GMA SULTRA ada beberapa item pekerjaan yang kami soroti mulai dari Pembangunan tribun, bench pemain, palpon, kemudian penimbunan lapangan sepak bola Lalingato kami duga menggunakan material yang berasal dari tanah Pemda Koltim yang tidak di perjual belikan.
Dengan suara berapi api, Asdal menyampaikan bahwa Sebagai agen kontrol, kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur di Kolaka Timur dikerjakan sesuai dengan perencanannya dan memiliki asas manfaat bagi Masyarakat.
Sangat menyayangkan Penyampaian dari PPTK dan Kadis Dispora dimana terdapat perbedaan data dilapangan ditambah penyampaian dari PPTK tidak mengetahui sama sekali proses pengerjaan lapangan sepak bola Lalingato, salah satunya pengambilan material, pengecoran dan beberapa Item lainnya. Tegasnya
”Sehingga Gerakan kami hari ini akan terus kami suarakan hingga ke kejaksaan tinggi (Kejati) Sultra,” tutupnya.












